Puisi Keheningan
Malamku sungguh aku terpana dengan relung cahayamu
Seutas bibir rembulan tersenyum menyapaku di celah ranting daun mangga
Sesekali kau mnebarkn sinis
Dan berkali kali pula kau mengajak aku bercanda dengan peluk cahayamu
Tak ada malam semalam ini
Selain bahagiaku tersenyum dialtar rumahku
Oh sungguh bahagia
Ketika ranting dedaunan menyapa satu persatu dengan puisi keheningan
indah musik kunikmati
Lantaran bunyimu mengetuk pintu kerinduanku padanya
Seutas bibir rembulan tersenyum menyapaku di celah ranting daun mangga
Sesekali kau mnebarkn sinis
Dan berkali kali pula kau mengajak aku bercanda dengan peluk cahayamu
Tak ada malam semalam ini
Selain bahagiaku tersenyum dialtar rumahku
Oh sungguh bahagia
Ketika ranting dedaunan menyapa satu persatu dengan puisi keheningan
indah musik kunikmati
Lantaran bunyimu mengetuk pintu kerinduanku padanya
Tidak ada komentar: