About
Shahibuna merupakan blog Arifin Shahibul, ia lahir di pulau terpencil yakni Pulau Giliraja.
Recent Posts
Malamku sungguh aku terpana dengan relung cahayamu
Seutas bibir rembulan tersenyum menyapaku di celah ranting daun mangga
Sesekali kau mnebarkn sinis
Dan berkali kali pula kau mengajak aku bercanda dengan peluk cahayamu
Tak ada malam semalam ini
Selain bahagiaku tersenyum dialtar rumahku
Oh sungguh bahagia
Ketika ranting dedaunan menyapa satu persatu dengan puisi keheningan
indah musik kunikmati
Lantaran bunyimu mengetuk pintu kerinduanku padanya
Seutas bibir rembulan tersenyum menyapaku di celah ranting daun mangga
Sesekali kau mnebarkn sinis
Dan berkali kali pula kau mengajak aku bercanda dengan peluk cahayamu
Tak ada malam semalam ini
Selain bahagiaku tersenyum dialtar rumahku
Oh sungguh bahagia
Ketika ranting dedaunan menyapa satu persatu dengan puisi keheningan
indah musik kunikmati
Lantaran bunyimu mengetuk pintu kerinduanku padanya
Aduhai seraut wajah menggoda pelupuk mata
Terlahir dari dinding rahim mana engkau; tanyaku
Hanya lekuk pipimu dan liuk bibirmu menjawab; semakin kau goda diriku
Mercusuar matamu tajam menusuk ke dinding hati
Tak kuasa aku menahannya
Terlahir dari dinding rahim mana engkau; tanyaku
Hanya lekuk pipimu dan liuk bibirmu menjawab; semakin kau goda diriku
Mercusuar matamu tajam menusuk ke dinding hati
Tak kuasa aku menahannya
bibir indah meliuk melekuk memuncratkan kerinduan antara pulau dan pulau
alis tebal melengkung mermbulan beralaskan bintang
oh sungguh
alis tebal melengkung mermbulan beralaskan bintang
oh sungguh
Popular Post
-
Malamku sungguh aku terpana dengan relung cahayamu Seutas bibir rembulan tersenyum menyapaku di celah ranting daun mangga Sesekali kau mn...
-
Aduhai seraut wajah menggoda pelupuk mata Terlahir dari dinding rahim mana engkau; tanyaku Hanya lekuk pipimu dan liuk bibirmu menjawab; ...
-
bibir indah meliuk melekuk memuncratkan kerinduan antara pulau dan pulau alis tebal melengkung mermbulan beralaskan bintang oh sungguh